Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No:
masukkan no. yang dikehendaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi -(catatan kaki lihat versi Cetak)

163. Honorius II (1124-1130)

Honorius ahir di Flagnano dekat Imola, Propinsi Bologna, dengan nama Lambertus Scannabecchi. Keluarga Frangipangi memaksakan pencalonannya dengan kekuatan serdadu dan senjata yaitu orang-orang yang sama dengan yang menyerang Paus Gelasius II. Kandidat dari keluarga Pierleoni yaitu Teobaldo Boccadipeietra merupakan calon oposisi (paus tandingan) dan mengambil nama Selestinus II. Kedua paus tersebut tidak ingin saling menyerang dan menyatakan maksudnya untuk meninggalkan Takhta Suci. Lalu calon-calon disodorkan kepada Dewan Agung yang mengangkat Honorius menjadi paus pada 21 Desember 1124.

Dalama masa kepausannya, ia menjalin kembali hubungan dengan Inggris, yang semakin tegang bahkan hamper putus akibat tindakan semena-semena dari tiga raja bangsa Normandia yang pertama. Honorius berusaha memperbaiki hubungan di hamper semua pengadilan Eropa untuk memerangi kaum Sarasen. Fraksi-fraksi yang terkenal saat itu ialah Fraksi Guelphs (pro paus) dan Fraksi Ghibellines (pro raja).

Ia yang telah bekerja keras pada Konkordat Worms, sedang bernegosiasi atas nama Paus Kallikstus II, melanjutkan kebijaksanaan tersebut yang bertujaun untuk meneguhkan supremasi Kepausan atas kekaisaran. Maksudnya yang lain ialah membentuk persatuan raja-raja Kristen untuk Perang Salib. Sementara itu Raja Henri V mangkat. Dalam proses pergantiannya antara Lothair Saksoni dan Konrad Swabia, paus menyokong Lothair. Dengan Lothair mulailah relasi saling percaya dan kolaborasi. Upayanya untuk mencegah pembentukan kerajaan Normandia di selatan Italia kurang berhasil sehingga Honorius dipaksa meneguhkan pengangkatan Ronger II dari Sisilia sebagai raja di Apulia. Suasana Roma yang agitatif yakni kerusuhan berdarah membuatnya semakin menderita sakit parah akhirnya mengundurkan diri ke biara St. Gregorius di Celio. Di sana ia wafat pada 13 Februari 1130. Dimakamkan di Basilika Lateran.